19 Cara Mendidik Anak Menurut Islam Sesuai Ajaran Nabi dan Alquran

  • Post by Julia
  • Apr 30, 2021
post-thumb

Cara Mendidik Anak Dalam Ajaran Islam Sesuai Umur - Setiap Muslim harus tahu bagaimana cara membesarkan anak menurut Islam. Karena cara anak dididik akan mempengaruhi kepribadian dan masa depan anak.

Pelajari cara membesarkan anak oleh mantan pemimpin Muslim, seperti Luqman al-Hakim dan para Nabi. Bayi dicintai dengan berbagai cara sesuai dengan tingkat usianya.

Berikut ini kami rangkum bagaimana cara membesarkan anak dalam Islam menurut ajaran Rasulullah dan Al-Qur’an dari berbagai sumber.

1. Mendengarkan Alquran sejak lahir

Cara membesarkan anak pertama dimulai dari dalam kandungan hingga lahir. Selama hamil sebaiknya perbanyak pengajian Anda, selain membawa ketenangan, tentunya ada berkah dalam dan dari dirinya.

Kemudian setelah bayi lahir, rutin mendengarkan Alquran diucapkan setiap hari. Hal ini agar anak-anak sadar akan pengulangan setiap ayat firman Tuhan, apalagi dengan pikiran yang masih murni dan reseptif.

Jika Anda ingin memiliki bayi yang akan menjadi konservatif, Anda dapat mendengarkan bagian pertama sejak lahir hingga berusia 30 hari. Kemudian lanjutkan Bagian 2 pada usia dua bulan, dan seterusnya hingga Bagian 30 berakhir pada usia dua setengah tahun.

Anak akan benar-benar terbiasa dengan ini dan belajar berbicara, yang akan memudahkan Anda untuk mengajarkan isi Alquran. Selain menceritakan kisah-kisah Islami yang berkaitan dengan Al-Qur’an.

2. Mengajarkan prinsip-prinsip Islam

Cara mendidik anak menurut islam selanjutnya adalah dengan mengajarkan dasar-dasar islam. Dalam kitab Al-Amali tentang Imam Al-Baqir dan Al-Sadiq disebutkan tahap pertama mengenalkan anak kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Disebutkan bahwa pada usia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid “LAILA HA ILLALLAH” sebanyak 7 kali. Kemudian saat menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan anak kalimat MUHAMMADAR RASULLULLAH".

“Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailah-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya”. (H.R Ibnu Abbas)

3. Berikan teladan dan ajarkan doa

Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya adalah dengan memberi teladan dan mengajarkan doa. Sejak kecil mereka sudah terbiasa dengan anak-anak mengambil air wudhu dan mengikuti gerakan sholat, meskipun hal tersebut tidak benar sama sekali.

Jika anak terbiasa melihat orang tuanya berdoa dan meniru semua gerakannya, akan lebih mudah untuk mengajari mereka nanti.

“Suruhlah anak-anakmu salat ketika berumur tujuh tahun, pukulah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

4. Mengajarkan Tauhid

Cara mendidik anak menurut Islam sebenarnya sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, melalui adzan dari sang ayah atau kakeknya. “Dari Abu Dawud dan Tirmidzi Aku telah melihat Rasulullah SAW mengazankan Al-Hasan bin Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan azan seperti azan salat”. (HR. Tirmidzi).

5. Mengajarkan puasa

Mengajak anak-anak untuk mulai belajar puasa sejak usia dini, di usia 6 tahun mereka mengajari mereka cara bangun pagi untuk sahur. Beberapa orang Indonesia menggunakan metode puasa setengah hari bergantian, kemudian puasa sehari penuh.

Menanamkan pada anak semua manfaat dan berkah puasa. Saat anak Anda terbiasa berpuasa, secara bertahap akan lebih mudah baginya untuk berpuasa sepanjang Ramadhan tanpa setengah hari lagi.

6. Beri judul yang bagus

Cara mengajari anak menurut Islam selanjutnya adalah dengan memberikan nama panggilan yang baik. Nama tersebut merupakan doa dari orang tua untuk masa depan anak-anaknya.

Bentuk mencintai, mendidik, dan menghormati anak melalui nama panggilannya. Dalam sebuah hadis dikatakan: “Hormatilah anak-anakmu dan perhatikanlah pendidikan mereka karena anak-anakmu sekalian adalah karunia Allah kepadamu” (HR Ibnu Majah).

7. Bacalah kisah Rasulullah dan teladan istri

Cara Belajar Menurut Islam Selanjutnya, luangkan waktu Anda untuk membaca contoh cerita, seperti Nabi, Luqman, Peti Mati Sahabat, Sahabat Rasulullah, dll.

Hal ini agar anak Anda belajar menjadi orang yang baik dan mampu menerapkan ajaran Islam sesuai dengan syariat.

8. Pelajari tentang salam

Cara membesarkan anak masuk Islam setelahnya, dengan membiasakan anak menyapa. ASSALAMUALLAIKUM adalah aturan shalat sekaligus wujud kesantunan dan kesopanan kepada sesama. Ajari anak untuk membiasakan menyapa semua orang dan saat berkunjung.

9. Biasakan diri dengan kerendahan hati

Menjadikan anak-anak rendah hati adalah penerapan teladan Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Ini sangat istimewa di mata umat Islam, malaikat dan Tuhan.

Meskipun Nabi memiliki otoritas untuk memimpin umat Islam pada saat itu, dia tidak pernah mengandalkan kekuatan ini untuk keuntungan pribadi. Saat lapar, lebih baik menyimpannya daripada memintanya.

Seperti yang pernah diajarkan Rasulullah SAW untuk mengenakan pakaian sederhana yang tidak perlu dengan kain panjang menggantung yang menunjukkan kesombongan.

10. Perhatian terhadap hubungan seksual

Cara mengajar anak berikutnya dengan memperhatikan lingkungan sosial anak Anda. Nabi bersabda: “Seperti teman baik dan teman buruk, seperti penjual parfum dan alat peniup api untuk membuat api.”

Jika anak Anda adalah teman lingkungan yang positif, pasti akan memberinya aura yang baik.

11. Menyatukan Ibu dengan Anak

Abu Ayyub mengatakan, bahwa Rasulullah pernah bersabda : “Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat”.

12. Ajarkan kejujuran dan tepati janji

Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya adalah membiasakan diri berkata jujur ​​dan bisa menepati janji. Ini akan terus berintegrasi hingga dewasa untuk menjadi orang yang baik di dunia ini dan selanjutnya.

13. Pengajaran Zakat dan Partisipasi Anak

Islam banyak mengajarkan untuk berbagi, baik dengan orang yang mampu atau tidak. Rasulullah SAW mengetahui hal ini berkali-kali, seperti Othman bin Affan, yang kekayaannya masih terjaga hingga sekarang, dan keturunannya mewarisinya.

Janji Tuhan pasti, jadi semakin banyak Anda berbagi, semakin sering Tuhan akan berbagi dengan Anda, baik dengan cara apa pun atau tidak terduga. Tuhan tahu.

14. Penerapan menjaga kebersihan

“Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan (termasuk kebersihan dan kerapihan)”. (HR. Muslim no. 91).

15. Bersikaplah adil terhadap setiap anak

Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi, Anda tidak perlu menekan salah satunya untuk menunjukkan bayi yang lain. Bangkitkan potensi setiap anak sesuai dengan kemampuan dan keinginannya.

16. Memberi cinta

Memberi kasih sayang kepada anak sejak dalam kandungan hingga dewasa merupakan salah satu bentuk membesarkan anak menurut Islam. Cinta dalam bentuk perkataan, perbuatan dan tanggung jawab.

17. Ajari anak untuk menutupi alat kelaminnya

Ajari anak-anak untuk menutupi auranya sejak usia dini, untuk mengetahui siapa yang bukan mahramnya, dan menanamkan manfaat menutupi aura.

18. Mengajar perbedaan antara pria dan wanita

Mulailah memisahkan boks anak Anda untuk memiliki kamar sendiri. Khusus untuk anak laki-laki dan perempuan, maka ajarkan perbedaan keduanya. Hal ini agar nantinya anak Anda tidak mudah terpengaruh oleh keinginan lawan jenis.

19. Doa untuk anak-anak

Mendoakan anak juga termasuk cara mendidik anak, memberi contoh pada mereka bahwa kasih sayang juga bisa dicurahkan melalui kalimat doa.

Tertuang dalam kitab suci al-Quran surah al-Furqon ayat 74 : “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.”

Itulah beberapa cara mendidik anak menurut Islam sesuai ajaran Nabi dan Al-Quran. Semoga bermanfaat.