15 Cara Mendidik Anak Menurut Ajaran Islam

  • Post by Julia
  • May 01, 2021
post-thumb

Cara Mendidik Anak Menurut Islam - Ada berbagai macam teknik parenting untuk mengajar anak yang bisa diterapkan. Salah satunya dijelaskan dalam ajaran Islam. Jika Mama dan Papa beragama Islam, maka cara membesarkan sesuai petunjuk di Al-Qur’an dan ajaran Nabi Muhammad SAW, semoga Allah memberkatinya dan memberinya damai, bisa jadi pilihan yang tepat.

Dengan menerapkan metode membesarkan anak beragama islam diharapkan anak muda memiliki akhlak atau akhlak yang baik, sehingga siap bersaing dimasa yang akan datang. Dalam mendidik anak ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Di sini kami menjelaskan sepenuhnya cara membesarkan anak dengan cara yang Islami.

1. Dengarkan Alquran secara teratur

Cara mendidik anak yang baik dimulai saat si kecil berada di dalam kandungan. Salah satunya dengan mendengarkan himne Al-Qur’an. Memperbanyak Al-Qur’an selama hamil agar bayi lahir bisa membawa ketenangan dan berkah bu. Selain itu, mendengarkan Alquran akan membuat anak-anak sadar akan Firman Tuhan Yang Maha Esa.

Apalagi anak masih rapi atau bersih sehingga ajaran yang baik mudah terserap. Faktanya, jika seorang anak mulai berbicara dan belajar Al-Qur’an secara teratur, dia bisa menghafal Al-Qur’an.

2. Mengajar dasar-dasar Islam

Mengajarkan dasar-dasar Islam kepada anak-anak merupakan kewajiban setiap orang tua. Pendidikan ini akan meningkatkan keimanan pada anak agar tumbuh menjadi pribadi yang memegang teguh ajaran Islam dalam kehidupannya.

Buku Al-Amali tentang Imam Al-Baqir dan Imam Al-Sadiq menjelaskan tahapan awal dalam mengenalkan anak kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dia menjelaskan bahwa ketika anak itu mencapai usia 3 tahun, dia mengajarkan kalimat tauhid “Layla Ha Allah” sebanyak 7 kali. Kemudian, ketika anak itu berusia 3 tahun 7 bulan, dia mengajarinya kalimat “Muhammad adalah Utusan Tuhan”.

Itu datang dalam hadits: “Bukalah lidah anak-anakmu untuk pertama kalinya dengan kata” Laila Allah “, dan ketika mereka akan mati, bacalah, ya Laila, Tuhan.

3. Ajarkan doa dan berikan contoh nyata

Sholat dalam Islam merupakan rukun agama untuk itu juga disebut sebagai landasan utama dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, hukum wajib bagi orang tua untuk mengajarkan doa. Mulai dari usia dewasa, ajaran cara berwudhu dan sholat. Meski urutan gerakannya mungkin salah.

Tetap berikan contoh nyata yang baik dalam kehidupan sehari-hari, saat berwudhu dan berdoa. Secara bertahap, anak-anak akan terus mengikuti kebiasaan wudhu dan shalat yang benar. Ini karena usia anak-anak adalah masa keemasan. Ia mampu menyerap dan menerapkan dengan baik semua pelajaran yang diberikan oleh orang tua.

Pengajaran sholat kepada anak-anak dijelaskan dalam salah satu hadits Nabi yang artinya “Katakan pada anak-anakmu untuk sholat ketika mereka berumur tujuh tahun, dan seranglah mereka jika mereka pergi setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkan keluarganya” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

4. Mengajar tauhid kepada anak-anak

Tugas orang tua yang harus diajarkan kepada anak yaitu mengajar tauhid. Tauhid atau identifikasi dengan Tuhan Yang Maha Esa harus dilakukan sejak usia dini, di suatu tempat. Tujuan menanamkan tauhid pada anak adalah untuk membentuk pribadi yang berperilaku baik sehingga menjadi pribadi yang bermoral. Jadi hindari perilaku buruk.

Faktanya, tauhid telah diajarkan sejak lahir. Melalui panggilan yang dilakukan di telinga anak oleh ayah atau kakeknya. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits: “Dari Abu Dawud dan Al-Tirmidzi, saya melihat Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, menyebut Al-Hassan bin Ali di telinganya ketika Fatima lahir dengan adzan seperti panggilan untuk berdoa. " (HR. Tirmidzi).

Adapun contoh urutan belajar tauhid seorang anak, yaitu mendidik anak terlebih dahulu siapa itu Tuhan Yang Maha Esa. Jelaskan bahwa Tuhan adalah Pencipta, dan hanya Tuhan yang percaya pada Rizqi, dan Tuhan mengendalikan alam semesta.

Kemudian dia mengajarkan nama dan pengetahuan, karena Tuhan adalah subjek yang paling lengkap dan terbaik, dan Tuhan adalah yang paling pemaaf, dan Tuhan akan marah jika orang melakukan kesalahan, atau hal-hal buruk lainnya. Ajarkan juga wahyu tauhid, beri tahu anak-anak bahwa seseorang hanya boleh meminta sesuatu kepada Tuhan. Jangan meminta sesuatu yang tidak bisa dia lakukan, dan semacamnya.

5. Ilmu puasa

Puasa adalah salah satu rukun Islam yang harus diajarkan oleh orang tua. Mama dan Papa bisa memulainya dengan menjelaskan apa artinya puasa. Puasa itu merupakan ibadah yang dilakukan dengan tidak haus, lapar dan hawa nafsu lainnya akibat terbitnya matahari.

Orang tua bisa mengajar puasa saat anak menginjak usia 6 tahun. Anak Anda bisa memulai puasa mereka dengan latihan, yaitu puasa setengah hari. Oleh karena itu, anak-anak dapat berbuka puasa atau berbuka puasa saat shalat tengah hari. Kemudian melanjutkan puasa lagi hingga adzan magrib berkumandang.

Di keluarga Indonesia, metode belajar puasa ini lazim diterapkan pada anak-anak. Hasilnya sangat bagus, cara ini memberikan gambaran tentang puasa pada anak. Dengan belajar berpuasa di usia muda, anak-anak akan terbiasa sepenuhnya berpuasa di bulan Ramadhan dan mampu melakukannya.

Selain berlatih puasa, jelaskan kepada anak tentang keutamaan dan dalil puasa. Ceritakan juga tentang manfaat dalam islam dan dari segi kesehatan ma.

6. Beri judul yang bagus

Terkadang, orang tua atau keluarga bahkan tidak sadar bahwa mereka memanggil anak-anak mereka dengan julukan yang buruk. Ini mungkin lelucon, tapi ini harus dihindari. Islam mengajarkan pemberian nama panggilan yang baik kepada anak-anak. Memberi nama doa untuk anak Anda. Dengan gelar yang bagus, doa yang diberikan juga akan bagus.

Selain itu, pemberian nama panggilan yang baik juga merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada anak. Seperti yang disebutkan dalam hadits: “Hormati anak-anakmu dan perhatikan pendidikannya, karena anak-anakmu adalah anugerah dari Tuhan untuk kamu” (HR. Ibn Majah).

7. Bacalah kisah Nabi sebagai panutan

Ada berbagai cerita tentang nabi, utusan, dan teman yang dapat diceritakan oleh orang tua kepada anak-anak mereka. Hal ini bertujuan untuk mengajarkan nilai-nilai kebajikan dan memberikan teladan atau teladan yang baik bagi kaum muda.

Membaca cerita yang sarat ajaran tentang kebaikan ini juga bisa membuat anak Anda menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan. Selain itu, anak akan menerapkan nilai-nilai yang baik sesuai dengan hukum Islam dalam kehidupannya.

8. Biasakan menyapa

Mengajari anak menyapa merupakan salah satu metode pengajaran Islam yang harus diperhatikan oleh orang tua. Salam merupakan salah satu bentuk doa kepada sesama. Kata Assalamualaikum, yang biasanya dilafalkan karena sapaan ini memiliki arti, “Semoga diselamatkan dari segala kesusahan, kesulitan dan kesusahan”.

Biasakan menyapa saat bertemu dan mengunjungi orang lain, menyapa juga salah satu bentuk pujian ya bu. Selain mengucapkan salam, ajari anak Anda untuk menjawab salam. Ini karena menjawab salam adalah kewajiban.

Dengan kata Waalaikumsalam. Jawaban salam juga berarti doa karena artinya, “Semoga juga mendapat keselamatan yang berlimpah.”

9. Biasakan untuk menjadi sederhana

Membiasakan anak pada kesederhanaan dalam hidup merupakan penerapan teladan Nabi Muhammad. Meskipun Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, memiliki kekuatan untuk memimpin umat Islam, dia tidak pernah mengandalkan kekuatan ini untuk keuntungan pribadi. Saat lapar, lebih baik menyimpannya, dan tidak meminta layanan.

Ajari anak-anak untuk menjadi sesederhana Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, ketika mereka memiliki kekuatan atau hak istimewa di mata orang lain. Dengan tidak memanfaatkan kekuasaan atau keistimewaan untuk melakukan hal-hal buruk dan dzolim.

Selain itu, Mama dan Papa bisa mengajari cara hidup sederhana seperti Rasul Allah SAW. Misalnya dengan mengenakan pakaian yang simpel dan tidak perlu dengan kain panjang yang melambai-lambai yang menunjukkan kebanggaan.

10. Perhatikan Masyarakat Anak Muda

Penting bagi setiap orang tua untuk memperhatikan interaksi anak mereka. Pastikan si kecil Anda berada dalam lingkaran pertemanan yang positif. Utusan Tuhan, semoga doa dan damai Tuhan besertanya, berkata: “Perumpamaan tentang teman dekat dan teman yang buruk seperti penjual parfum dan bellow menyalakan api.”

Kalau anak-anak berteman dengan orang baik, pertemanan dan tingkah lakunya juga akan baik, Bu.

11. Memperkuat hubungan ibu dan anak

Seorang ibu adalah seseorang yang perlu dihormati dari anak-anaknya. Ini karena surga bayi ada di kaki Mama atau Mama. Oleh karena itu, dibutuhkan relasi atau relasi yang baik antara mama dan bayinya.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi antara Mama dan Si Kecil. Misalnya dengan menjalin ikatan melalui belajar, bermain, atau beribadah bersama.

Plus, Anda tidak pernah berniat untuk memisahkan mama Anda dan hubungan bayinya. Inilah yang ditafsirkan Abu Ayyub, bahwa Rasulullah SAW memberkati dan memberinya kedamaian, pernah bersabda: “Barangsiapa yang membedakan ibu dan anaknya, pasti Tuhan akan membedakan dirinya dengan orang yang dicintainya pada hari kebangkitan. ”

12. Ajarkan sedekah dan bagikan dengan orang lain

Islam mengajarkan terjalinnya hubungan yang baik antar manusia. Dengan memberi cinta, memberi atau sedekah.

Amal merupakan kewajiban karena setiap harta benda yang dimiliki seseorang memiliki hak orang lain atasnya. Oleh karena itu, harus diberikan dalam bentuk sedekah kepada orang-orang yang tidak mampu.

Kerja bakti harus diajarkan oleh orang tua sejak dini agar anak terbiasa melakukannya hingga dewasa. Sedekah dapat dilakukan atau dibagikan kepada orang lain dalam bentuk ilmu, barang, atau uang.

Hal terpenting dalam beramal adalah keikhlasan. Dengan niat yang ikhlas dan ikhlas, sedekah akan dibalas dengan Tuhan Yang Maha Esa. Keberkahan juga didapat, ma.

13. Ilmu akhlak yang baik

Apalagi metode mendidik anak dalam Islam yang perlu diterapkan mama dan daddy dalam mengasuh anak adalah dengan mengajarkan kebaikan. Tata krama yang baik ini termasuk perilaku anak atau pujian terhadap orang lain. Orang tua dapat mengajari anak untuk menghormati orang lain dan selalu jujur, murah hati, dan adil

Selain itu, ajari anak Anda untuk menjaga kebersihan. Seperti yang dijelaskannya dalam hadits: “Allah itu lebih indah dan mencintai keindahan (termasuk kesucian dan keagungan).” Dikisahkan oleh Muslim No. 91.

14. Menceritakan perbedaan antara anak perempuan dan laki-laki

Penting bagi orang tua untuk mengajari anak-anak perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan. Misalnya memisahkan kamar untuk mama dan daddy dengan anak-anak. Apalagi jika Anda memiliki saudara kandung atau saudara heteroseksual.

Juga, jelaskan beberapa perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan pada anak-anak agar anak mengetahui batasannya. Cara ini juga bisa mengajari anak mengendalikan ngidam.

15. Berdoa dengan tulus untuk anak-anak

Kekuatan doa orang tua untuk anak tidak bisa dianggap remeh. Jadi, berdoa dengan tulus kepada anak Anda penting dalam cara mendidik anak sesuai ajaran Islam. Doa juga termasuk dalam bentuk kasih yang Bunda dan Papa curahkan kepada anak-anaknya.

Seperti yang tertuang dalam Al-Qur’an Surah Al-Furqun ayat 74 yang artinya: “Ya Tuhan kami, berikan kami suami dan keturunan kami, dan jadikanlah kami pemimpin yang saleh”.

Inilah 15 cara mendidik anak secara Islami menurut Al-Qur’an dan ajaran Nabi. Semoga bermanfaat dan bisa diterapkan mama dan papa dirumah ya.