5 Cara Mendidik Anak Usia 5 Tahun ke Atas

  • Post by Julia
  • May 01, 2021
post-thumb

Cara Mendidik Anak Usia 5 Tahun - Memasuki usia 5 tahun berarti anak tersebut akan berada di akhir masa kanak-kanaknya. Pada usia ini, bayi masih menunjukkan ciri-ciri anak sejak usia dini, antara lain aktif dan bersenang-senang menjelajahi lingkungan sekitarnya serta mulai mengembangkan kesadaran diri.

Padahal, pada tahap ini, anak-anak seringkali terlihat susah diatur dan sering membebani orang tua dalam mengurusnya. Pertumbuhan, perkembangan dan motivasi anak dipertahankan sejak masa kanak-kanak.

Seiring bertambahnya usia anak, semakin besar stimulasi yang dibutuhkan maka stimulasi tersebut diberikan dalam bentuk edukasi kepada anak. Tujuan dari pemberian pendidikan adalah agar anak tumbuh dengan perkembangan kognitif dan pola perilaku yang selaras dengan kehidupan sehari-hari.

Pendidikan yang ditawarkan kepada anak usia prasekolah pasti dilakukan oleh orang tua. Ini juga merupakan salah satu bentuk pendidikan yang dapat membangun kepribadian anak terhadap lingkungan sekitarnya dan dapat menjadi dasar pendaftaran sekolah nantinya.

Pendidikan yang diberikan oleh satu orang tua kepada yang lain harus berbeda, dengan memodifikasi kemampuan untuk memahami yang didukung oleh pertumbuhan usia mereka. Berikut 6 cara yang dapat diterapkan orang tua untuk mendidik anak usia 5 tahun ke atas, termasuk:

1. Ilmu keadilan

Di usia 5 tahun, anak sudah bisa diajarkan apa itu keadilan. Rasa keadilan dapat ditanamkan dan dipupuk sejak usia dini pada anak-anak, melalui cara anak-anak berusaha mengakui ketika mereka melakukan kesalahan.

Ini bisa diajarkan dengan berkomunikasi secara tenang dengan anak-anak. Pada usia ini, anak masih memiliki sifat pemalu dan ego, sehingga orang tua dapat mengajari mereka untuk tidak malu dan takut mengakui kesalahannya, serta disertai dengan kejujuran agar dapat dikoreksi dan mendapatkan hasil yang lebih baik.

Anak juga diajarkan untuk berperilaku adil, dimulai dari lingkungan keluarga. Misalnya, saat anak makan atau makan kue, ajari dia berbagi makanan dengan adiknya. Anak-anak diajari untuk bisa berbagi harta benda dengan orang lain di sekitarnya.

Hal ini dapat membangun kepribadian anak menjadi adil dan tegas. Jika hal ini sering diterapkan, anak akan terus mengembangkan karakter baiknya bahkan saat berada di luar rumah.

2. Ajari mereka untuk jujur

Di usia 5 tahun, anak perlu diajari pentingnya kejujuran. Cara pertama untuk mengajar dan mendorong anak-anak untuk jujur ​​adalah belajar jujur ​​pada diri sendiri. Karena pada usia yang lemah ini, anak biasanya cenderung berbohong karena dalam benak anak mereka akan merasa takut untuk mengatakan yang sebenarnya.

Anak-anak cenderung berusaha menutupi kesalahannya dengan berbohong karena jika jujur, mereka takut akan dimarahi oleh orang tua. Kebanyakan cara orang tua mendidik anak sebenarnya seperti ini, misalnya ketika anak tidak bisa dibimbing dan anak terlalu nakal, orang tua langsung memarahinya. Hal tersebut memicu perasaan takut pada anak karena merasa telah melakukan kesalahan dan akhirnya dimarahi oleh orang tuanya.

Ketika anak merasa bahwa mereka cenderung ditegur karena mengatakan yang sebenarnya, kecenderungan untuk berbohong akan lebih besar. Oleh karena itu, untuk mengembangkan kejujuran pada anak, mulailah dengan membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.

Jika anak Anda membuat kesalahan, hindari menegurnya. Orang tua dapat menasehati anak secara perlahan dan tenang, dan saat anak merasa tenang dia akan mengatakan kebenaran secara otomatis agar tidak ada lagi kebohongan yang tersembunyi.

Saat melatih anak dalam kejujuran, Anda bisa menyampaikan kelebihan dan kekurangan kejujuran. Jika demikian, maka orang tua dapat maju dengan memberi tahu mereka bahwa kejujuran membuat orang tua dan orang lain bangga.

Umumnya anak akan merasa senang jika dipuji dan melihat kebanggaan orang tuanya. Cara utama melatih kejujuran pada anak usia 5 tahun adalah sering berkomunikasi dengan anak yang dilakukan tanpa kasih sayang, dan menanamkan kebohongan pada anak yang dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain di sekitarnya.

3. Belajar mencintai dan meningkatkan rasa cinta untuk keluarga Anda

Bayi pada usia ini perlu belajar menanamkan dan menumbuhkan perasaan cinta dan kasih sayang. Perasaan ini harus dipupuk agar anak merasakan pentingnya cinta dan pemujaan bagi keluarganya.

Jika sudah terbiasa dengan implan pada anak, secara tidak langsung anak bisa mengembangkan perasaan ini di lingkungan luar rumahnya. Misalnya, merasakan cinta dan kasih sayang kepada teman sebayanya atau orang lain di sekitar lingkungannya.

Biasanya anak yang belajar cinta dan kasih sayang cenderung peduli pada lingkungannya, misalnya akan peduli dengan adiknya, apalagi jika melihat adiknya menangis. Cara menanamkan rasa cinta dan kasih sayang bisa ditunjukkan langsung oleh orang tua, khususnya ibu kepada anaknya

4. Belajar membaca

Belajar membaca adalah dasar pendidikan karena kita sebagai orang tua mengasah kemampuan kognitif anak dengan cara yang sederhana. Belajar membaca juga menjadi jeda atau perbedaan agar anak tidak terus bermain.

Dalam pembelajaran membaca, dapat juga diterapkan pada anak usia 5 tahun ke bawah atau 5 tahun ke atas. Tapi yang terbaik adalah belajar membaca anak agar tidak dipaksa, tunggu sampai siap. Jika anak berusia di atas 5 tahun, dia harus termotivasi untuk belajar membaca.

Dalam mengajar membaca, yang terbaik adalah memulai dari dasar-dasar, misalnya pengenalan huruf. Anak sering diperlihatkan huruf alfabet atau membaca buku cerita sebelum tidur atau bahkan membaca apapun sehingga anak sering mendengar jenis kalimat yang berbeda, dan lambat laun anak secara otomatis akan mengenali dan menghafal huruf alfabet dari A sampai Z tanpa harus memaksa mereka untuk menghafalnya.

Setelah merasa anak sudah siap dan mampu belajar membaca, orang tua bisa mulai mengajari mereka membaca dengan menggabungkan dua atau lebih huruf sederhana. Jika kemampuan anak mulai berkembang, pembelajaran dapat ditingkatkan dari satu kata menjadi kalimat.

5. Perkembangan spiritual

Di usia ini, anak-anak sudah bisa diajarkan ilmu spiritual. Inilah prinsip yang dianut bangsa Indonesia. Anak-anak perlu diajari tentang keberadaan pencipta alam semesta dan hubungan spiritual yang perlu kita jaga.

Cara sederhana untuk mengajari anak tentang pemahaman spiritual, misalnya anak diajari cara berdoa. Pengakuan awal adalah mengajari anak-anak untuk bersyukur kepada Sang Pencipta atas semua berkah yang diberikan hingga saat ini.

Cara penyajiannya, misalnya, anak diajari berdoa sebelum makan bersama atau berdoa sebelum tidur. Selain itu, hal ini juga bisa dilakukan dengan mengajak anak untuk berdoa, misalnya. Contoh nyata yang saya uji, keponakan saya baru berumur 2,5 tahun, dia benar-benar bisa berlatih gerakan sholat dan sholat.

Itu karena dia sering melihat ayah dan ibunya saat shalat dan sholat. Inilah kekuatan anak-anak, tanpa mengajari mereka mereka dapat melakukannya sendiri, dengan memberikan contoh karena anak-anak sebenarnya belajar dari apa yang mereka lihat.

Padahal, banyak sekali cara mendidik anak usia 5 tahun ke atas yang perlu kita didik dan ditanamkan sejak dini agar terbawa hingga mereka dewasa. Tentunya mendidik anak usia 5 tahun berbeda dengan cara mendidik anak usia 2 atau bahkan 3 tahun.

Dengan bertambahnya usia anak maka pemahaman anak juga akan meningkat. Selain itu, pada usia 5 tahun ke atas mudah berkomunikasi dengan anak sehingga sebagai orang tua kita tahu apa yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan anak. Anda juga harus mempertimbangkan penggunaan bahasa saat berbicara dengan anak usia 5 tahun, karena penggunaan bahasa yang sangat kompleks juga akan sulit dipahami oleh anak-anak.